Kamis, 18 Juli 2013

Peminat Naik, UMM Tetap Jaga Kualitas dan Kepercayaan

Sejumlah 6.411 calon mahasiswa baru mengikuti seleksi masuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelombang II, Senin (15/7). Jumlah ini meningkat dibanding gelombang yang sama tahun lalu yang diikuti 5.220 calon.
Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Eramanu Azizulhakim, menerangkan kenaikan jumlah pendaftar membuatnya harus menyiapkan ruang tes jauh lebih banyak. Hampir seluruh ruangan di kampus III UMM digunakan untuk tes yang dilaksanakan serentak dalam sehari tersebut. Selain ruangan kelas di Gedung Kuliah Bersama II, II dan III, UMM Dome dan aula masjid AR Fahruddin juga menjadi lokasi pengerjaan soal UMM Scholastic test.
Sebelumnya, pada proses pendaftaran dan seleksi jalur undangan dan gelombang I telah terjaring 2.774 calon mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan saringan dari sekitar 4.600 calon peminat. UMM masih membuka pendaftaran pada gelombang III hingga 24 Agustus mendatang namun tidak untuk semua Program Studi. “Bagi yang belum berhasil di gelombang II ini masih kita beri kesempatan untuk mempersiapkan lebih baik lagi pada gelombang III,” tambah Ermanu.  
Mengantisipasi kecurangan sebagaimana ditemukan pada tes gelombang I Maret lalu, pihak UMM kembali melakukan langkah taktis. Peserta diperiksa secara ketat namun tetap tidak mengganggu jalannya tes. Pemeriksaan secara ketat itu justru dinilai positif oleh peserta yang memang jujur. “Ya senang sih. Jadinya tenang karena saingannya tidak dengan orang yang pakai joki,” kata Bayu, salah seorang calon peserta tes.
Pembantu Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo, MM bersyukur tahun ini peminat UMM akan mengalami peningkatan. Secara teknis kenaikan itu bisa disebabkan bertambahnya program studi yang dibuka, maupun non teknis yang disebabkan semakin membaiknya kesadaran masyarakat pada perguruan tinggi. “Angka lulusan SMA yang melanjutkan ke universitas di Indonesia masih relatif kecil dibanding di negara-negara lain. Tahun ini mudah-mudahan memang karena peningkatan kesadaran studi ke perguruan tinggi ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. HA Malik Fadjar ikut memantau jalannya tes. Kepada wartawan mantan Mendiknas ini mengajak kita semua menunjung kejujuran. Bangsa ini sudah diwarnai dengan praktik kecurangan yang memprihatinkan. “Kalau mau masuk universitas saja harus dengan cara curang, bagaimana jika nanti sudah jadi orang,” tegasnya.
Ditambahkannya, tantangan paling berat adalah apakah kita memberi toleransi pada pemyimpangan-penyimpangan yang ada atau kita tegakkan karena erat kaitannya dengan kepercayaan. UMM, kata Malik, dibangun dengan kualitas dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, jadi itu harus selalu dijaga.
Hasil seleksi kemarin akan diumumkan Kamis (18/7) melalui papan pengumuman di kampus UMM dan websitenya. Peserta yang lolos bisa mulai melakukan heregistrasi hingga 27 Juli mendatang. (mal/nes/nas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar