Kepala
UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Eramanu Azizulhakim,
menerangkan kenaikan jumlah pendaftar membuatnya harus menyiapkan ruang
tes jauh lebih banyak. Hampir seluruh ruangan di kampus III UMM
digunakan untuk tes yang dilaksanakan serentak dalam sehari tersebut.
Selain ruangan kelas di Gedung Kuliah Bersama II, II dan III, UMM Dome
dan aula masjid AR Fahruddin juga menjadi lokasi pengerjaan soal UMM
Scholastic test.
Sebelumnya,
pada proses pendaftaran dan seleksi jalur undangan dan gelombang I
telah terjaring 2.774 calon mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan
saringan dari sekitar 4.600 calon peminat. UMM masih membuka pendaftaran
pada gelombang III hingga 24 Agustus mendatang namun tidak untuk semua
Program Studi. “Bagi yang belum berhasil di gelombang II ini masih kita
beri kesempatan untuk mempersiapkan lebih baik lagi pada gelombang III,”
tambah Ermanu.
Mengantisipasi
kecurangan sebagaimana ditemukan pada tes gelombang I Maret lalu, pihak
UMM kembali melakukan langkah taktis. Peserta diperiksa secara ketat
namun tetap tidak mengganggu jalannya tes. Pemeriksaan secara ketat itu
justru dinilai positif oleh peserta yang memang jujur. “Ya senang sih.
Jadinya tenang karena saingannya tidak dengan orang yang pakai joki,”
kata Bayu, salah seorang calon peserta tes.
Pembantu
Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo, MM bersyukur tahun ini peminat UMM
akan mengalami peningkatan. Secara teknis kenaikan itu bisa disebabkan
bertambahnya program studi yang dibuka, maupun non teknis yang
disebabkan semakin membaiknya kesadaran masyarakat pada perguruan
tinggi. “Angka lulusan SMA yang melanjutkan ke universitas di Indonesia
masih relatif kecil dibanding di negara-negara lain. Tahun ini
mudah-mudahan memang karena peningkatan kesadaran studi ke perguruan
tinggi ini,” ungkapnya.
Dalam
kesempatan itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. HA
Malik Fadjar ikut memantau jalannya tes. Kepada wartawan mantan
Mendiknas ini mengajak kita semua menunjung kejujuran. Bangsa ini sudah
diwarnai dengan praktik kecurangan yang memprihatinkan. “Kalau mau masuk
universitas saja harus dengan cara curang, bagaimana jika nanti sudah
jadi orang,” tegasnya.
Ditambahkannya, tantangan paling berat adalah apakah
kita memberi toleransi pada pemyimpangan-penyimpangan yang ada atau
kita tegakkan karena erat kaitannya dengan kepercayaan. UMM, kata Malik, dibangun dengan kualitas dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, jadi itu harus selalu dijaga.
Hasil
seleksi kemarin akan diumumkan Kamis (18/7) melalui papan pengumuman di
kampus UMM dan websitenya. Peserta yang lolos bisa mulai melakukan
heregistrasi hingga 27 Juli mendatang. (mal/nes/nas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar